Month: August 2019

Part 3 : Memindahkan file instalasi WordPress offline kita ke htdocs XAMPP

Halo guys, balik lagi ke topik kita kemaren yang belum tuntas nih, yaitu memindahkan file instalasi WordPress ke htdocs XAMPP. Yuk langsung aja kita mulai langkah-langkahnya. Setelah langkah-langkah di atas kita lakukan semuanya, untuk dapat diakses secara lokal maka file WordPress yang sudah kita download harus di pindahkan kedalam folder khusus XAMPP: htdocs

Setelah itu, kita kembali lagi ke file wordpress 5.2.2 yang sudah kita download di artikel yang sudah kita publish di post sebelumnya. Itu kalau kalian terus mengikuti update kita terus yah, buat yang baru saja bergabung bisa mulai baca dari post-post lama kita sehingga tidak tertinggal sampai di bagian ini. Silahkan kalian buka file wordpress ini menggunakan aplikasi yang mendukung untuk membuka file tersebut.

Didalam file tersebut, berisi seluruh file-file PHP yang membentuk wordpress. Didalam file tersebut berisi banyak sekali file PHP dan berbagai folder internal yang menjadi dasar dari terbentuknya sebuah wordpress. File-file ini harus dipindahkan ke dalam folder XAMPP agar segera bisa kita akses. Folder XAMPP tersebut adalah folder khusus yang sudah di bahas di atas yaitu htdocs. Folder ini adalah folder khusus di XAMPP yang menampung semua file HTML, CSS, javascript dan PHP agar dapat diakses oleh web browser. Pindahkan folder wordpress ke dalam folder htdocs ini dan setelah seluruh folder dipindahkan kita bisa memulai proses instalasi wordpress offline yang tentunya akan kita bahas pada lain kesempatan. Tutorial ini sangat berguna bagi para pengembang situs Agen Sbobet Terpercaya yang di Indonesia sangatlah marak beberapa tahun belakangan ini. Jika anda adalah salah satu pengembang situs judi online, tutorial kami yang selanjutnya akan sangat bermanfaat bagi situs anda. Stay tune!

Part 2 : Cara Membuat Database MySQL dengan Phpmyadmin

Setelah pada part pertama kita sudah melakukan penginstalan XAMPP dan file wordpress sudah kita simpan di komputer kita, langkah selanjutnya adalah membuat database MySQL yang akan digunakan pada saat kita akan memulai instalasi wordpress. Apa aja sih langkah-langkahnya? yuk kita bahas satu-satu.

Menjalankan Web Server Dan MySQL

Langsung saja kita jalankan web server Apache dan aplikasi database MySQL ya guys, aplikasi ini dapat kita temukan dari Control Panel XAMPP. Berikut ini adalah tampilan dari Control Panel XAMPP :

Pada tampilan Control Panel XAMPP tersebut, klik tombol start pada bagian MySQL dan Apache. Setelah kedua modul indikator itu berubah menjadi warna hijau, buka browser anda dan ketik alamat berikut : localhost pada kolom adress bar lalu tekan enter. Jika sudah sesuai maka didalam browser anda aka keluar jendela home dari XAMPP dan setelah itu kita melanjutkan dengan membuat database yang akan digunakan oleh WordPress.

Langkah berikutnya setelah pembuatan XAMPP adalah membuat database untuk MySQL. Kenapa harus membuat database untuk MySQL ? karena WordPress menggunakan database MySQL tersebut untuk menyimpan semua datanya, mulai dari artikel, komentar, dan seluruh setinggan yang ada didalam situs. Karena itu, kali ini kita akan melanjutkan dengan membuat sebuah database MySQL. Pertama tama kami akan mencontohkan menggunakan aplikasi bawaan dari XAMPP. Aplikasi tersebut dikenal dengan nama Phpmyadmin. Didalam aplikasi phpmyadmin ini kita dapat membuat, menghapus dan bahkan melakukan semua perintah pada MySQL melalui tampilah web. Berikut langkah langkah untuk menggunakan Phpmyadmin, yang pertama adalah klik menu tools di tampilan awal localhost. Untuk mempermudah berikut akan kami sertakan gambar :

Setelah itu akan tampil halaman awal untuk Phpmyadmin. Untuk membuat database baru silahkan klik menu database seperti gambar di bawah ini :

Di bagian ini, silahkan masukan nama yang ingin anda buat di kolom “create database”. Di sini anda bebas mau menggunakan nama apa saja, untuk contoh kali ini saya akan menggunakan nama database : wordpress_db. Kenapa saya menambahkan “_db” ? karena merupakan singkatan dari database. Hal ini saya tambahkan agar mempermudah untuk membedakan dengan variabel lainnya. Setelah memberi nama database, kolom berikutnya adalah “collation”. Collation sendiri adalah tata cara atau aturan dalam penyusunan angka, karakter dan huruf dalam sebuah tabel database. Silahkan teruskan langkah langkah berikutnya hingka muncul konfirmasi bahwa database telah di buat.

Setelah langkah langkah ini dilakukan dan semuanya telah berhasil kita buat. Kita akan menuju ke langka berikutnya yaitu memindahkan wordpress ke dalam htdocs XAMPP. Untuk langkah ini akan kita bahas di post kita selanjutnya yah guys, stay tune !