Part 2 : Cara Membuat Database MySQL dengan Phpmyadmin

Setelah pada part pertama kita sudah melakukan penginstalan XAMPP dan file wordpress sudah kita simpan di komputer kita, langkah selanjutnya adalah membuat database MySQL yang akan digunakan pada saat kita akan memulai instalasi wordpress. Apa aja sih langkah-langkahnya? yuk kita bahas satu-satu.

Menjalankan Web Server Dan MySQL

Langsung saja kita jalankan web server Apache dan aplikasi database MySQL ya guys, aplikasi ini dapat kita temukan dari Control Panel XAMPP. Berikut ini adalah tampilan dari Control Panel XAMPP :

Pada tampilan Control Panel XAMPP tersebut, klik tombol start pada bagian MySQL dan Apache. Setelah kedua modul indikator itu berubah menjadi warna hijau, buka browser anda dan ketik alamat berikut : localhost pada kolom adress bar lalu tekan enter. Jika sudah sesuai maka didalam browser anda aka keluar jendela home dari XAMPP dan setelah itu kita melanjutkan dengan membuat database yang akan digunakan oleh WordPress.

Langkah berikutnya setelah pembuatan XAMPP adalah membuat database untuk MySQL. Kenapa harus membuat database untuk MySQL ? karena WordPress menggunakan database MySQL tersebut untuk menyimpan semua datanya, mulai dari artikel, komentar, dan seluruh setinggan yang ada didalam situs. Karena itu, kali ini kita akan melanjutkan dengan membuat sebuah database MySQL. Pertama tama kami akan mencontohkan menggunakan aplikasi bawaan dari XAMPP. Aplikasi tersebut dikenal dengan nama Phpmyadmin. Didalam aplikasi phpmyadmin ini kita dapat membuat, menghapus dan bahkan melakukan semua perintah pada MySQL melalui tampilah web. Berikut langkah langkah untuk menggunakan Phpmyadmin, yang pertama adalah klik menu tools di tampilan awal localhost. Untuk mempermudah berikut akan kami sertakan gambar :

Setelah itu akan tampil halaman awal untuk Phpmyadmin. Untuk membuat database baru silahkan klik menu database seperti gambar di bawah ini :

Di bagian ini, silahkan masukan nama yang ingin anda buat di kolom “create database”. Di sini anda bebas mau menggunakan nama apa saja, untuk contoh kali ini saya akan menggunakan nama database : wordpress_db. Kenapa saya menambahkan “_db” ? karena merupakan singkatan dari database. Hal ini saya tambahkan agar mempermudah untuk membedakan dengan variabel lainnya. Setelah memberi nama database, kolom berikutnya adalah “collation”. Collation sendiri adalah tata cara atau aturan dalam penyusunan angka, karakter dan huruf dalam sebuah tabel database. Silahkan teruskan langkah langkah berikutnya hingka muncul konfirmasi bahwa database telah di buat.

Setelah langkah langkah ini dilakukan dan semuanya telah berhasil kita buat. Kita akan menuju ke langka berikutnya yaitu memindahkan wordpress ke dalam htdocs XAMPP. Untuk langkah ini akan kita bahas di post kita selanjutnya yah guys, stay tune !